Langsung ke konten utama

Perjalanan

Tanggal 27 februari 2015, perjalanan dimulai dari sini. Berangkat dari rumah jam 20.15 PM menuju keterminal untuk menunggu bis. sebelum berangkat ada masalah dengan mobil yang akan mengantarkan aku ke terminal, ban nya bocor. Baik. Saya harus menunggu ban mobil di ganti dulu baru saya bisa berangkat. dengan santainya saya hanya bisa menunggu sedangkan orang - orang di sekitar saya mulai panik dan takut kalau saya akan ketinggalan bis, karena di tiket saya jamnnya 19.30 PM.

Dengan santainya saya bilang pada orang disekitar saya "ya sudah tunggu saja, bisnya akan nunggu kok". semua mata langsung mengarah kepada saya semua seakan mereka meneriaki saya dengan kalimat "kamu itu panik sedikit dong, kan kamu yang akan pergi, kalau kamu ketinggalan bis kamu nanti bisa telat masuk kerja praktek". melihat itu semua saya hanya bisa menjawabnya dengan senyuman dan tak menjawabnya dengan sepatah kata apapun lagi.

selesai sudah bapak dan om saya mengganti ban mobil dan saya segera dipersilahkan untuk naik ke mobil. saya berdiri dari duduk saya dan menuju ke pintu keluar rumah. saya berdoa sejenak dipintu keluar dan kemudian saya melangkahkan kaki saya dengan pasti dan tak ada keraguan lagi.

okey. kita berangkat menuju terminal. sesampai diterminal saya dan orang - orang yang mengantar saya turun dari mobil dan keadaan terminal sudah mulai banyak penumpang yang menunggu bis. Dan saya pun ikut bergabung berkerumun di situ untuk menunggu bis saya yang datang. bebrapa saat kemudian bis mulai berdatangan, namun bukan bis saya yang datang ternyata. Beberapa bis nge-tem dan pergi, lanjut datangnya bis yang akan saya tumpangin. saya naik mengangkat barang yang saya bawa, saya hanya membawa satu carrier yang berisikan pakaian dan peralatan kuliah yang saya butuhkan dan satu kotak kecil yang berisi makanan.

saya duduk di bangku bis yang sudah di siapkan buat saya. dan partner duduk saya kali ini laki - laki lagi. okey, saya tidak akan permasalahkan itu. lanjut lambaian perpisahan dengan orang yang mengantar saya dan bis pun segera meluncur. tak lama bis mulai jalan saya mulai mengantuk dan saya pun sedikit menutupkan mata, bukan tidur. sampai di terminal selanjutnya saya dibangunkan oleh kenek bis untuk bergantian bangku dengan penumpang yang di sebalah saya, karena penumpang baru yang naik itu cewek dan dia tidak mau duduk dengan laki - laki.

lanjut dan singkat cerita jadinya bukan saya yang pindah tempat, tapi laki - laki yang partner saya tadi yang pindah duduk dan digantikan oleh cewek itu. setelah selesai urusan itu bis pun lanjut meluncur lagi dan saya pun mulai menutup mata lagi tanpa menyapa partner baru saya itu dengan kata - kata, hanya senyuman sapa buatnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penimbangan dan pembuatan larutan standar

Tujuan percobaan : 1) Teknik menimbang dengan neraca analitik 2) Membuat larutan standar HCl 0,1 N 3) Standarisasi larutan HCl dengan Boraks Dasar teori * Menimbang dengan neraca analitik Neraca analitik digunakan untuk membandingkan dua gaya yang praktis dapat dikatakan sejajar. Dua gaya yang sejajar tidak dapat diprbandingkan langsung, tetapi harus melalui perbandingan momen gaya yaitu dengan menghubungkan kedua gaya itu melalui dua lengan pengungkit (pengumpil) dengan titik pusat persekutuan. Pada jarak yang sama dari titik kedua ujung pengumpil terdapat titik kerja gaya berat yang bekarja terhadap kedua massa yang harus di perbandingkan. Sebuah massa yang tidak diketahui selalu dipersamakan dengan sejumlah anak timbangan tertentu. Kesamaan yang sempurna tidak pernah tercapai. Selalu terdapat sedikit selisih massa yang dapat dihitung dari sudut miring pengumpil. Neraca sama lengan merupakan instrumen amat peka, dan jarum penunjuk akan berayun cukup lama sebelum berhenti. ...

Sarjana Muda

Tanggal 22 oktober 2016 Senyum bahagia merengah di setiap bibir yang menghadirinya, yang punya acara maupun yang datang untuk mereamaikan acara. Teriakan demi teriakan di sampaikan oleh para pengunjung yang turut bahagia akan pencapaian kami, ya pencapaian kami yang telah menutup buku dengan menyematkan gelar di belakang nama. Iya, hari ini kami wisuda, hari bahagia kami ini adalah pintu gerbang kehidupan baru kami menyandang gelar sarjana muda. Kami bahagia dan mendeklarasikan diri kalau kami sudah bebas dari tugas tugas kutu buku, tugas tugas yang menghatui kami tiap malam, pagi, siang dan sore. Apalagi kalau mengingat perjuangan menyelesaiakan skripsweet membuat kami yang saat ini merasa benar benar bebas. Tak jauh pemikiran kami dari kata bebas, yang terus membuat kami bahagia, membuat kami terlena. Lambat laun kami mulai dihadapkan dengan kegelisahan karena belum lagi bertemu dengan kesibukan lain, yang biasa kami sibuk dengan tugas, kini kami hanya sibuk dengan sepi dan...