Langsung ke konten utama

Sarjana Muda


Tanggal 22 oktober 2016



Senyum bahagia merengah di setiap bibir yang menghadirinya, yang punya acara maupun yang datang untuk mereamaikan acara. Teriakan demi teriakan di sampaikan oleh para pengunjung yang turut bahagia akan pencapaian kami, ya pencapaian kami yang telah menutup buku dengan menyematkan gelar di belakang nama. Iya, hari ini kami wisuda, hari bahagia kami ini adalah pintu gerbang kehidupan baru kami menyandang gelar sarjana muda. Kami bahagia dan mendeklarasikan diri kalau kami sudah bebas dari tugas tugas kutu buku, tugas tugas yang menghatui kami tiap malam, pagi, siang dan sore. Apalagi kalau mengingat perjuangan menyelesaiakan skripsweet membuat kami yang saat ini merasa benar benar bebas.

Tak jauh pemikiran kami dari kata bebas, yang terus membuat kami bahagia, membuat kami terlena.

Lambat laun kami mulai dihadapkan dengan kegelisahan karena belum lagi bertemu dengan kesibukan lain, yang biasa kami sibuk dengan tugas, kini kami hanya sibuk dengan sepi dan pemikiran yang mendalam bagaimanakah kami akan mendapatkan kesibukan yang menghasilkan dan tidak menggantungkan diri pada orangtua lagi seperti masih menjadi mahasiswa. Usaha demi usaha kami lakukan, mengirimkan surat lamaran kerja kesana kemari, dan belum juga kami menjumpai suatu kesibukan yang berarti. Khawatir dan gelisah bermunculan dari arah manapun, karena malu terus makan dari hasil keringat orang tua, pikiran gundah gulana mulai mengantui setiap aliran darah yang melewati otak.

Baru tersadar bahwa menjadi seorang sarjana tak semudah mengerjakan soal soal tugas di masa kuliah, baru juga tersadar kalau menjadi sarjana adalah suatu pilihan yang mudah. Beban, tekanan, hambatan, tantangan dan lain lainnya harus ditanggung seorang diri, yup, seorang diri yang merasa dirinya sebagai sarjana muda yang masih harus mengintari kota demi kota untuk mendapatkan sebuah penghasilan yang berarti.

Untuk awal mulanya kita harus berkelana menyebrangi pulau demi pulau untuk mendapatkan rejeki dengan gelar sarjana muda.
Mari berkelana menjadi sarjana muda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penimbangan dan pembuatan larutan standar

Tujuan percobaan : 1) Teknik menimbang dengan neraca analitik 2) Membuat larutan standar HCl 0,1 N 3) Standarisasi larutan HCl dengan Boraks Dasar teori * Menimbang dengan neraca analitik Neraca analitik digunakan untuk membandingkan dua gaya yang praktis dapat dikatakan sejajar. Dua gaya yang sejajar tidak dapat diprbandingkan langsung, tetapi harus melalui perbandingan momen gaya yaitu dengan menghubungkan kedua gaya itu melalui dua lengan pengungkit (pengumpil) dengan titik pusat persekutuan. Pada jarak yang sama dari titik kedua ujung pengumpil terdapat titik kerja gaya berat yang bekarja terhadap kedua massa yang harus di perbandingkan. Sebuah massa yang tidak diketahui selalu dipersamakan dengan sejumlah anak timbangan tertentu. Kesamaan yang sempurna tidak pernah tercapai. Selalu terdapat sedikit selisih massa yang dapat dihitung dari sudut miring pengumpil. Neraca sama lengan merupakan instrumen amat peka, dan jarum penunjuk akan berayun cukup lama sebelum berhenti. ...