Langsung ke konten utama

Dear Komisariat

Kisah demi kisah terukir dirumah kedua ku ini, susah, senang, gelisah, kecewa, sedih, ragu, dan semua perasaan tidak bisa kutorehkan lagi di atas kertas ini. Rumah kedua bagi ku yang telah memberi aku banyak pengalaman, pengetahuan dan saudara – saudara baru yang selalu menemani ku disaat – saat semua perasaanku terlukis. Semuanya berjalan begitu indah, memberikan sejarah pelangi dalam kehidupan ku.

Tabur senyum dan tegur sapa selalu dilonttarkan ketika bertemu, ini bagaikan kebiasaan yang udah wajib dalam keseharian saudara – saudara disini, saudara ku yang berasal daei segala penjuru daerah ini berkumpul menjadi saudara dekat dengan dinaungi oleh satu atap. Banyak hal yang telah kita ukir bersama. Banyak juga hal yang tidak bisa dilupakan dari pelangi sejarah yang telah di lukis.

Semasa menjadi kader, saya selalu diarahkan dan mulai diperkenalkan dengan kebiasaan yang ada. “KADER” ini lah sebutan buat anggota yang baru bergabung dalam naungan ini. Saya merasa mempunyai banyak saudara yang kecil maupun yang tua yang sabar mengajari dan mengarahkan saya yang masih sangat awam dalam berorganisasi. Saudara – saudara baru saya ini adalah orang – orang yang sangat hebat. Orang – orang ini pandai dalam segala hal menurut saya. Saya berfikir bahwa saya ingin menjadi seperti saudara – saudara saya yang hebat ini.

Tapi lama – kelamaan saya menyadari bahwa saya tidak akan bisa seprti mereka, karena biar bagaimanapun saya tetap akan menjadi diri saya yang sperti ini. Saya hanya bisa mengembangkan apa yang telah ada dalam diri saya dengan cara yang diberikan oleh saudara – saudara saya dana dengan cara saya sendiri. Kenapa saya bisa bilang begitu??
Saya berani bilang begitu karena saya tidak pernah disuap, saya selalu diberikan makanan tapi saya tidak pernah disuap, ini kata – kata yang bisa saya torehkan dari kejadian dan ilmu yang telah banyak diberikan. Saya sering kali diberikan saran, diberikan masalah, diberikan berbagai macam hal tapi saya tidak pernah diberikan kesimpulan yang pasti. Dan kesimpulan itulah yang harus saya cari sendiri. Dan hal itu lah yang membuat saya bbetah ditempat ini. Saya selalu dibuat penasaran, saya seperti orang yang sedang berpetualangan dalalm rumah sendiri.

Mencari sesuatu yang belum tentu saya menemukannya. Itulah tantanga terberat yang harus saya pecahkan untuk diri saya sendiri. Tapi itu asyik.

bersambung...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penimbangan dan pembuatan larutan standar

Tujuan percobaan : 1) Teknik menimbang dengan neraca analitik 2) Membuat larutan standar HCl 0,1 N 3) Standarisasi larutan HCl dengan Boraks Dasar teori * Menimbang dengan neraca analitik Neraca analitik digunakan untuk membandingkan dua gaya yang praktis dapat dikatakan sejajar. Dua gaya yang sejajar tidak dapat diprbandingkan langsung, tetapi harus melalui perbandingan momen gaya yaitu dengan menghubungkan kedua gaya itu melalui dua lengan pengungkit (pengumpil) dengan titik pusat persekutuan. Pada jarak yang sama dari titik kedua ujung pengumpil terdapat titik kerja gaya berat yang bekarja terhadap kedua massa yang harus di perbandingkan. Sebuah massa yang tidak diketahui selalu dipersamakan dengan sejumlah anak timbangan tertentu. Kesamaan yang sempurna tidak pernah tercapai. Selalu terdapat sedikit selisih massa yang dapat dihitung dari sudut miring pengumpil. Neraca sama lengan merupakan instrumen amat peka, dan jarum penunjuk akan berayun cukup lama sebelum berhenti. ...

Sarjana Muda

Tanggal 22 oktober 2016 Senyum bahagia merengah di setiap bibir yang menghadirinya, yang punya acara maupun yang datang untuk mereamaikan acara. Teriakan demi teriakan di sampaikan oleh para pengunjung yang turut bahagia akan pencapaian kami, ya pencapaian kami yang telah menutup buku dengan menyematkan gelar di belakang nama. Iya, hari ini kami wisuda, hari bahagia kami ini adalah pintu gerbang kehidupan baru kami menyandang gelar sarjana muda. Kami bahagia dan mendeklarasikan diri kalau kami sudah bebas dari tugas tugas kutu buku, tugas tugas yang menghatui kami tiap malam, pagi, siang dan sore. Apalagi kalau mengingat perjuangan menyelesaiakan skripsweet membuat kami yang saat ini merasa benar benar bebas. Tak jauh pemikiran kami dari kata bebas, yang terus membuat kami bahagia, membuat kami terlena. Lambat laun kami mulai dihadapkan dengan kegelisahan karena belum lagi bertemu dengan kesibukan lain, yang biasa kami sibuk dengan tugas, kini kami hanya sibuk dengan sepi dan...