Ribet banget sih hidup harus dengan aturan yang tidak aku sukai, harus begini dan begitu dengan nada – nada perintah dan nada – nada aturan yang aku tak tahu itu aturan tersusun dari mana, rasanya aku hidup hanya untuk aturan itu bukan untuk kesenangan dan keingina hatiku sendiri. Aku memang bisa menjalankan aturan dan perintah itu dengan baik, namun karena semua itu perintah dan bernada aturan aku jadi tidak puas dengan hasil kerjaku sendiri. Walau menurut orang lain hal yang aku lakukan sudah sangat bagus dan memuaskan “seharusnya”.
Waduh dari tadi mengomel aku belum memperkenalkan diri, oke.... namaku Andini Anova aku biasanya dipenggil dengan sebutan Ano, aku mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta, sekarang aku kuliah jurusan kedokteran semester II.
Aku adalah salah satu maahsiswa yang bisa dibilang aktif diakademik, di organisasi intrakampus maupun di ekstrakampus. Banyak yang bilang aku pintar dan aku akan sukses dengan kepintaranku ini, tapi aku berpikir lain dengan apa yang banyak orang pikirkan. Aku berpikir kalau aku tidak akan sesukses yang orang bayangkan walau aku memang meiliki kempuan dibidang jurusan yang ku ambil ini. Aku merasa kurang srek dengan jurusan ini, dan aku pikir kalau aku memiliki kemapuan lain yang
lebih kucintai dari pada bidang ini. #bukan sombong lho yea ini…
Tapi aku belum tahu kemampuan apa yang ku miliki itu, apakah kemampuan indra ke sepuluh atau kemapuan terbang kayak betman atau mungkin seperti spiderman. Hahahhahaha.... aneh aku malah berpikir kayak gitu, nggak logis banget sih aku ini.
Dari SMA aku memang lebih dominan akademik dibanding dengan bidang – bidang yang diluar kelas, dan aku berpikir jurusan ini adalah jurusan yang terbaik buat aku dulu karena dengan sedikit dengan dorongan orang tua yang mengusulkan aku mengambil jurusan ini, tapi bedahalnya sekarang, aku merasa aneh dengan yang aku jalani sekarang. Aku mulai bingung dengan diri ku sendiri, apa yang harrus aku lakukan sekarang.
Disisi ekstra kampus aku terseret dengan kegiatan yang aku nggak mengerti awalnya aku mengikuti ini apa, aku diajak untuk mengambil moment – moment berharga dengan kamera yang ku punya, lama aku terseret dalam keadaan seperti itu yang mebuat aku terus digunjing teman – teman ku karena aku yang jurusan kedokteran ko malah senang megang kamera. Teman – teman ku bilang kalau gambar – gambar yang aku ambil bagus hasilnya. #hehe bukan ria lho, kenyataan hehe…
Setelah sering aku mendengar pujian – pujian untuk gambar yang aku ambil, aku baru tersadar kalau pujian – pujian itu sudah sering ku dengar sebelum aku menginjak bangku kuliah, memang dulu aku lebih suka berada dibalik kamera dibanding dengan berada di depan kamera menjadi objekya. #nggak suka narsis
Yah.... sudahlah semua itu biarlah menjadi kegiatan sampingan ku, untuk melepas lelah dari banyaknya tugas – tugas kampus yang wajib aku selesaikan tepat waktu dan nggak boleh salah komanya (,) pun......
Oke kembali ke kampus, aku harus menerima berbagai materi – materi yang menurutku tidak begitu sulit untuk aku menela’ahnya, karena aku sudah sering mendengar dan menbaca hal – hal yang seperti itu, tapi nggak tahu kenapa hari ini aku seperti orang yang sedang amnesia dengan semua materi itu. Biasanya aku selalu menerima materi dengan jelas dan seteleh keluar kelas aku menjelaskannya pada teman – temanku yang sering bertanya ulang tentang materi – materi itu, yang biasanya aku sangat aktif berdebat dengan dosen tentang materi kulaih itu, sekarang hampa tidak ada sepatah katapun yang aku keluarkan pada kuliah ini.
Dosen terus melanjutkan materinya tanpa sedikitpun cela’an pertanyaanku yang biasanya keluar, 15 menit sebelum jam selesai aku baru menyadari kalau semua teman – teman ku memandangi aku heran. Dosenkupun sama dengan teman – temanku yang lain sedikit – sedikit memandangiku heran. Sesekali dosenku mencoba memancing aku untuk berbicara seperti biasanya, namun rasanya aku mati rasa dengan pancingan – pancingan itu, aku tidak menyadarinya.
Sekarang aku seperti objek yang aneh, aku seperti orang asing dikelas hari ini diperhatikan oleh teman – temanku dengan pandanga aneh, sayup – sayup suara teman – teman dibelakangku yang membicarakan aku yang nggak seprti biasanya. Rasanya semua orang yang berada didekatku tidak ada yang fokus dengan apa yang diajarkan dosen hari ini, dan dosenpun seakan kelihatan tidak bersemangat mengajar.
15 menit berlalu, waktu kuliahpun telah selesai. Tapi belum ada satu orangpun yang keluar dari ruangan, dosen pun belum keluar ruangan setelah beliau menutup kuliahnya. Setelah beberapa saat kemudian ada beberapa orang yang keluar ruangan dan dosenpun ikut keluar sambil bilang sinis padaku “saya tidak menemukan Ano hari ini”, dan sebagiannya menghapiri aku yang sedang duduk bingung seperti orang asing disitu.
Satu temanku menegur aku dengan pertanyaan “kamu kenapa hari ini?” tanyanya. Dan aku hanya bisa menggeleng tak mengerti dengan diriku sendiri. Ada yang bilang “aku kehilangan Ano hari ini” dian berkata. Faiz bilang “No kalau kamu ada masalah cerita sama kita, siapa tahu kita bisa bantu.”
Setelah beberapa saat mereka bertanya dan mengeluarkan kata – kata sinis karena mereka nggak suka denganaku hari ini, mereka mengajak aku keluar untuk mencari makan. Aku pun ikut dengan mereka tanpa protes dan tanpa diselingi kata – kata apapun.
Kami jalan, hari ini kuliah telah selesai. Kami menuju tempat makan yang biasa menjadi tempat kami berkumpul. Kami biasa ke sini berlima “angkringan bu sun”. Aku, faiz, dian, ririn, dan oca. Mereka adalah teman – teman dekatku. Kemana – mana kami selalu bareng. Kami semua adalah pendatang di jogja. Aku dari sulawesi, faiz dari surabaya, dian dari lombok, ririn dari palembang, dan oca dari papua. Komplit sudah pertemanan kami yang dari ujung barat samapi ujung timur indonesia. #sabang sampai merauke man…
Kami selalu berbagi cerita satu sama lain, dalam hal apapun, tapi hari ini rasanya aku lagi tidak bersemangat untuk menceritakan apapun yang aku rasakan sekarang. Mereka bercerita – cerita dan tertawa. Tapi aku tetap saja terdiam membisu, nggak sedikitpun ikut terlibat dalam canda tawa mereka, sesekali mereka bertanya pada ku, aku hanya bisa menjawab dengan kata “ia” dan “tidak”.
Setelah beberapa kali aku menjawab petanyaan – pertanyaan mereka dengan begitu, mereka mulai memandang aku aneh dan seakan mereka akan mengacak – acak badanku karena marah dengan sikapku yang tidak jelas hari ini.
Faiz bilang, “kalau kamu begini terus no mending kita pulang ajalah, anggaplah hari ini mimpi bukruk ketemu sikap kamu yang belum pernah kamu munculkan sebelumnya.” Faiz marah.
Aku mulai berbicara “maaf ya hari ini rasanya aku tidak bersemangat untuk melakukan kegiatan apapun. Dan sekarang aku sudah buat kalin jadi bad mut.”
“kalau emang kamu lagi ada masalahkan bisa cerita sama kita – kita, apa kamu udah nggak percaya lagi sama kita untuk mendengar cerita kamu lagi” ririn mulai ikut mengoceh.
“ia no, nggak biasanya kamu kayak gini, walau kamu punya masalah seberat apapun kamu tetap bisa menutupnya dengan kecerianmu, aku baru sekali ini melihat kamu kayak gini.” Oca juga angkat bicara.
“udah – udah, kita jangan begitu sama Ano, mungkin dia punya masalah yang belum bisa dia ceritakan sekarang sama kita, gimanapun keadaan teman kita, kita harus bisa memakluminya.” Kata dian menyelamatkan ku.
“Ya udah kalau gitu kita pulang sekarang, kita kasih waktu ano untuk sendiri dan merenungi masalahnya dulu.” Faiz memutuskan
“oke ayo berangkat,” jawab ririn, oca, dan dian serentak.
Faiz membayar makanannya, dan kami pun kembali ke kos masing – masing di antar oleh faiz dengan mobil avanza nya. kami semua tidak ada yang satu kos, tapi kosan kami berdekatan, jadi faiz mengatar kami tidak susah.
Waduh dari tadi mengomel aku belum memperkenalkan diri, oke.... namaku Andini Anova aku biasanya dipenggil dengan sebutan Ano, aku mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta, sekarang aku kuliah jurusan kedokteran semester II.
Aku adalah salah satu maahsiswa yang bisa dibilang aktif diakademik, di organisasi intrakampus maupun di ekstrakampus. Banyak yang bilang aku pintar dan aku akan sukses dengan kepintaranku ini, tapi aku berpikir lain dengan apa yang banyak orang pikirkan. Aku berpikir kalau aku tidak akan sesukses yang orang bayangkan walau aku memang meiliki kempuan dibidang jurusan yang ku ambil ini. Aku merasa kurang srek dengan jurusan ini, dan aku pikir kalau aku memiliki kemapuan lain yang
lebih kucintai dari pada bidang ini. #bukan sombong lho yea ini…
Tapi aku belum tahu kemampuan apa yang ku miliki itu, apakah kemampuan indra ke sepuluh atau kemapuan terbang kayak betman atau mungkin seperti spiderman. Hahahhahaha.... aneh aku malah berpikir kayak gitu, nggak logis banget sih aku ini.
Dari SMA aku memang lebih dominan akademik dibanding dengan bidang – bidang yang diluar kelas, dan aku berpikir jurusan ini adalah jurusan yang terbaik buat aku dulu karena dengan sedikit dengan dorongan orang tua yang mengusulkan aku mengambil jurusan ini, tapi bedahalnya sekarang, aku merasa aneh dengan yang aku jalani sekarang. Aku mulai bingung dengan diri ku sendiri, apa yang harrus aku lakukan sekarang.
Disisi ekstra kampus aku terseret dengan kegiatan yang aku nggak mengerti awalnya aku mengikuti ini apa, aku diajak untuk mengambil moment – moment berharga dengan kamera yang ku punya, lama aku terseret dalam keadaan seperti itu yang mebuat aku terus digunjing teman – teman ku karena aku yang jurusan kedokteran ko malah senang megang kamera. Teman – teman ku bilang kalau gambar – gambar yang aku ambil bagus hasilnya. #hehe bukan ria lho, kenyataan hehe…
Setelah sering aku mendengar pujian – pujian untuk gambar yang aku ambil, aku baru tersadar kalau pujian – pujian itu sudah sering ku dengar sebelum aku menginjak bangku kuliah, memang dulu aku lebih suka berada dibalik kamera dibanding dengan berada di depan kamera menjadi objekya. #nggak suka narsis
Yah.... sudahlah semua itu biarlah menjadi kegiatan sampingan ku, untuk melepas lelah dari banyaknya tugas – tugas kampus yang wajib aku selesaikan tepat waktu dan nggak boleh salah komanya (,) pun......
Oke kembali ke kampus, aku harus menerima berbagai materi – materi yang menurutku tidak begitu sulit untuk aku menela’ahnya, karena aku sudah sering mendengar dan menbaca hal – hal yang seperti itu, tapi nggak tahu kenapa hari ini aku seperti orang yang sedang amnesia dengan semua materi itu. Biasanya aku selalu menerima materi dengan jelas dan seteleh keluar kelas aku menjelaskannya pada teman – temanku yang sering bertanya ulang tentang materi – materi itu, yang biasanya aku sangat aktif berdebat dengan dosen tentang materi kulaih itu, sekarang hampa tidak ada sepatah katapun yang aku keluarkan pada kuliah ini.
Dosen terus melanjutkan materinya tanpa sedikitpun cela’an pertanyaanku yang biasanya keluar, 15 menit sebelum jam selesai aku baru menyadari kalau semua teman – teman ku memandangi aku heran. Dosenkupun sama dengan teman – temanku yang lain sedikit – sedikit memandangiku heran. Sesekali dosenku mencoba memancing aku untuk berbicara seperti biasanya, namun rasanya aku mati rasa dengan pancingan – pancingan itu, aku tidak menyadarinya.
Sekarang aku seperti objek yang aneh, aku seperti orang asing dikelas hari ini diperhatikan oleh teman – temanku dengan pandanga aneh, sayup – sayup suara teman – teman dibelakangku yang membicarakan aku yang nggak seprti biasanya. Rasanya semua orang yang berada didekatku tidak ada yang fokus dengan apa yang diajarkan dosen hari ini, dan dosenpun seakan kelihatan tidak bersemangat mengajar.
15 menit berlalu, waktu kuliahpun telah selesai. Tapi belum ada satu orangpun yang keluar dari ruangan, dosen pun belum keluar ruangan setelah beliau menutup kuliahnya. Setelah beberapa saat kemudian ada beberapa orang yang keluar ruangan dan dosenpun ikut keluar sambil bilang sinis padaku “saya tidak menemukan Ano hari ini”, dan sebagiannya menghapiri aku yang sedang duduk bingung seperti orang asing disitu.
Satu temanku menegur aku dengan pertanyaan “kamu kenapa hari ini?” tanyanya. Dan aku hanya bisa menggeleng tak mengerti dengan diriku sendiri. Ada yang bilang “aku kehilangan Ano hari ini” dian berkata. Faiz bilang “No kalau kamu ada masalah cerita sama kita, siapa tahu kita bisa bantu.”
Setelah beberapa saat mereka bertanya dan mengeluarkan kata – kata sinis karena mereka nggak suka denganaku hari ini, mereka mengajak aku keluar untuk mencari makan. Aku pun ikut dengan mereka tanpa protes dan tanpa diselingi kata – kata apapun.
Kami jalan, hari ini kuliah telah selesai. Kami menuju tempat makan yang biasa menjadi tempat kami berkumpul. Kami biasa ke sini berlima “angkringan bu sun”. Aku, faiz, dian, ririn, dan oca. Mereka adalah teman – teman dekatku. Kemana – mana kami selalu bareng. Kami semua adalah pendatang di jogja. Aku dari sulawesi, faiz dari surabaya, dian dari lombok, ririn dari palembang, dan oca dari papua. Komplit sudah pertemanan kami yang dari ujung barat samapi ujung timur indonesia. #sabang sampai merauke man…
Kami selalu berbagi cerita satu sama lain, dalam hal apapun, tapi hari ini rasanya aku lagi tidak bersemangat untuk menceritakan apapun yang aku rasakan sekarang. Mereka bercerita – cerita dan tertawa. Tapi aku tetap saja terdiam membisu, nggak sedikitpun ikut terlibat dalam canda tawa mereka, sesekali mereka bertanya pada ku, aku hanya bisa menjawab dengan kata “ia” dan “tidak”.
Setelah beberapa kali aku menjawab petanyaan – pertanyaan mereka dengan begitu, mereka mulai memandang aku aneh dan seakan mereka akan mengacak – acak badanku karena marah dengan sikapku yang tidak jelas hari ini.
Faiz bilang, “kalau kamu begini terus no mending kita pulang ajalah, anggaplah hari ini mimpi bukruk ketemu sikap kamu yang belum pernah kamu munculkan sebelumnya.” Faiz marah.
Aku mulai berbicara “maaf ya hari ini rasanya aku tidak bersemangat untuk melakukan kegiatan apapun. Dan sekarang aku sudah buat kalin jadi bad mut.”
“kalau emang kamu lagi ada masalahkan bisa cerita sama kita – kita, apa kamu udah nggak percaya lagi sama kita untuk mendengar cerita kamu lagi” ririn mulai ikut mengoceh.
“ia no, nggak biasanya kamu kayak gini, walau kamu punya masalah seberat apapun kamu tetap bisa menutupnya dengan kecerianmu, aku baru sekali ini melihat kamu kayak gini.” Oca juga angkat bicara.
“udah – udah, kita jangan begitu sama Ano, mungkin dia punya masalah yang belum bisa dia ceritakan sekarang sama kita, gimanapun keadaan teman kita, kita harus bisa memakluminya.” Kata dian menyelamatkan ku.
“Ya udah kalau gitu kita pulang sekarang, kita kasih waktu ano untuk sendiri dan merenungi masalahnya dulu.” Faiz memutuskan
“oke ayo berangkat,” jawab ririn, oca, dan dian serentak.
Faiz membayar makanannya, dan kami pun kembali ke kos masing – masing di antar oleh faiz dengan mobil avanza nya. kami semua tidak ada yang satu kos, tapi kosan kami berdekatan, jadi faiz mengatar kami tidak susah.
Komentar
Posting Komentar