1. Rotameter
Rotameter adalah alat yang mengukur tingkat aliran cair atau gas dalam tabung tertutup. Ini
termasuk dalam kelas meter yang disebut variabel area meter, yang mengukur berbagai laju aliran luas penampang fluida yang bergerak
melaluinya, menyebabkan beberapa efek yang dapat diukur. Sebuah rotameter
terdiri dari tabung runcing, biasanya terbuat dari kaca, dengan pelampung di
dalamnya yang didorong oleh aliran dan ditarik ke bawah oleh gravitasi. Pada
tingkat aliran tinggi yang melalui float dan tabung, float akan terbawa dan
mengambang keatas Float dibuat dalam beberapa bentuk, bentuk yang paling umum
yaitu bulat dan elips agar dapat berputar secara vertikal ketika dilalui
fluida. Gaya dan jarak angkat dari pelampung sebanding dengan laju aliran. Gaya
angkat ini dihasilkan oleh tekanan diggerensial yang menekan pelampung hingga
naik ke atas yang dinamakan area meter karena letak ketinggian pelampung itu
bergantung pada luas bidang annulus diantara pelampung dan tabung gelas tirus
itu. Pelampung akan naik dan menunjukkan pada skala pengukuran dengan satuan
yang diketahui.
Berbeda dengan
orifice, venture dan nozzle, ketiga alat pengukur aliran fluida ini dalam
alirannya melalui luas yang tetap dimana fluida mengalir, tetapi pada rotameter
adalah pada tekanan yang tetap dengan aliran fluida yang berbeda-beda
(variable).
Fluida mengalir
ke atas melalui tabung gelas berisi float yang dapat bergerak dengan bebas.
Untuk menunjukkan besarnya aliran fluida metering float naik ke atas, seperti
terlihat pada gambar I. Kepala metering float menunjukkan angka 0, membuktikan
bahwa valve yang terletak di bawah meteran ini belum terbuka. Rotameter bila
dipasang pada pipa-pipa berukuran ¼ - 3 inci standard.
Gambar I
Keuntungan penggunaan rotameter
- Sebuah rotameter tidak memerlukan tenaga atau bahan bakar eksternal, hanya menggunakan sifat-sifat yang ada pada fluida, dan juga gravitasi, untuk mengukur laju aliran.
· Sebuah rotameter juga memiliki perangkat yang relatif sederhana yang dapat
diproduksi secara massal dari bahan murah, yang memungkinkan untuk digunakan
secara luas.
Kerugian penggunaan rotameter
- Karena menggunakan gravitasi, sebuah rotameter harus selalu berorientasi vertikal ke atas, dengan cairan yang mengalir ke atas.
· Karena ketergantungan pada kemampuan dari cairan atau gas untuk mengambang, keluaran dari rotameter tertentu
hanya akan akurat untuk suatu zat.
· Rotameters biasanya memerlukan penggunaan kaca (atau bahan transparan
lainnya), jika tidak, pengguna tidak dapat melihat mengambang.
- Rotameters tidak mudah diadaptasi untuk pembacaan oleh mesin; walaupun pengapung magnet yang mendorong pengikut di luar tabung yang tersedia.
Prinsip kerja
Mula
– mula float berada pada posisi setimbang (angka nol pada scale line)
menunjukkan bahwa tidak adanya gaya yang bekerja pada float, dengan demikian
tidak ada fluida yang mengalir. Ketika terjadi aliran fluida berakibat pada
naiknya float ke atas akibat gaya angkat dari fluida. Pembacaan tinggi float
pada scale line sebanding dengan perubahan besarnya aliran yang terjadi .
Teori dan Kalibrasi
rotameter
Untuk mengukur aliran fluida
dalam rotameter harus diperhatikan kesetimbangan posisis dari float dalam
rotameter. Posisi Float ditentukan oleh kesetimbangannya, yaitu oleh adanya :
1)
Berat dari
pada float
2)
Gaya fluida
terhadap float
3)
Gaya tarik
pada float
Gaya (1) menuju ke bawah, gaya (2) dan (3) menuju ke
atas.Untuk itu dapat dihitung:
Fd gc = Vf ρf g – Vf ρ g
…..(1)
Dimana :
Fd = gaya tarik, lb
g =
percepatan gravitasi 9.81 m/det2 =
32.17 ft/det2
gc = faktor konversi Newtin, 32.17
ft.lb/lb.det2
Vf = Volume float, ft3
ρf =
density float, lb/ft3
ρ
= density
fluida, lb/ft3
ρf
ρf
Menghitung rate massa fluida :
Df (Fd gc
ρ ) ½
μ Df
Dimana :
w = rate massa fluida, lb/det
μ = viskositas
fluida, lb/ft-det.
X = Fungsi
Dt = diameter
tabung, ft
Df = diameter
float, ft.
Kalau persamaan (1)
disubstitusikan ke dalam persamaan (2)
w = X
[ ( Fd gc
) ½ . Dt
]
ρf
Jika
w / μ
= X
Df [mf
g (1 – ρ ) ] ½
Dan [mf g (1 – ρ
) ] ½ = Y
Maka dapat dibuat plot untuk Dt / Df yang tetap. Hubungan antara Rr dan Dt / Df kemudian
digunakan untuk menghubungkan w dan Rr.
http://herusantoso17.blogspot.com/2012/11/areameter.html
Komentar
Posting Komentar