“ Dan tidak ada seorang pun akan beriman
kecuali dengan izin Allah ; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang – orang
yang tidak mempergunakan akalnya”. (QS. Yunus :
100)
Muslimah adalah wanita yang
memeluk islam sebagai agamanya. Ketika seorang wanita memilih islam, ia harus
menerima berbagai konsekuensi yang ada padanya. Ia berkewajiban menjalankan
peraturan – peraturan dan menjauhi larangan Allah SWT. Yang telah diajarkan
oleh rasul-Nya.
Namun pada kenyataan sekarang
wanita islam (wanita muslim) belum tentu menjadi seorang yang muslimah ketika
ia tidak menerima dan menjalankan konsekuensinya sebagai seorang wanita yang
telah memeluk islam.
Banyak wanita yang bilang
dirinya seorang muslim namun pada kenyataannya ia sama sekali tidak
mencerminkan kalau dirinya seorang muslim baik dari sorot pakaian, tingkah laku
maupun tutur katanya, itu telah dijadikan kebiasaan sebagian banyak wanita
muslim, dan hal itu juga dianggap remeh oleh mereka dalam aturan islam.
Sesosok wanita muslim yang
muslimah sekarang malah di anggap aneh dan berlebihan.
Wanita zaman sekarang banyak
yang mengikuti gaya seperti wanita – wanita barat. Namun timur tetap timur dan
barat tetap barat. Mereka seharusnya melihat masa lalu, bukan masa lalu yang
baru saja berlalu, tetapi masa lalu yang sudah lama berlalu.
Masa
lalu yang baru saja berlalu
Adalah masa yang mencerminkan
masa – masa kemunduran yang pada posisinya wanita dizalimi, terasing dan
diposisikan pada kebodohan. Pada masa itu wanita diasingkan dari kehidupan,
agama dan seperti teransing dari dunia. Dimana mereka diharamkan untuk
mendatangi masjid untuk mendengarkan pelajaran, nasehat, dan juga khutbah.
Dengan demikian wanita – wanita tersebut benar – benar berada dalam
keteransingan dan kebodohan. Sangat jelas kita tidak memnginginkan hal – hal
itu terjadi pada saat sekarang.
Apa hal yang sedang terjadi
dengan wanita muslim sekarang, mereka tidak dilarang apalagi diharamkan,
malahan diharapkan untuk mendatangi masjid. Wanita sekarang diberikan kebebasan
untuk keluar dari rumah, pergi kesekolah, universitas yang berada di luar kota
bahkan ada yang diluar negeri, mereka pergi ke pasar, kantor, atau pergi ke
bioskop. Namun berbeda ceritanya dengan masjid, mereka sangat jarang dan hampir
tidak terlihat di masjid.
Wanita sekarang tidak boleh
hanya melihat masa lalu yang baru saja berlalu, tetapi harus melihat juga masa
lalu yang sudah lama berlalu untuk melihat pelajaran yang bisa dipetiknya.
Mengambil suatu pelajaran tidak boleh hanya pada satu sisi atau satu masa namun
harus dilihat dari berbagai sisi agar kita dapat membandingkannya dan mengambil
kesimpulan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang bisa dikembangkan dan
mana yang bisa dihilangkan.
Masa
lalu yang sudah lama berlalu
Adapun
peranan wanita pada masa hidupnya Nabi Muhammad saw. yang kita kenal ialah yang
memelihara Nabi saw, yaitu Aminah ibu beliau; yang menyusuinya, Halima
As-Sa’diyah; dan yang menjadi hadina (pengasuh) bagi beliau, Ummu Aiman r.a.
dari Habasyah.
Nabi saw. telah bersabda, “Bahwa dia
adalah ibuku setelah ibuku sendiri.”
Kemudian
kita kenal Siti Khadijah binti Khuwailid r.a, wanita pertama yang beriman dan
membantu Beliau dalam menyiarkan agama islam, Siti Aisyah, Ummu Salamah, dan
lain-lainnya, dari Ummahaatul Mukmtniin (ibu dari kaum Mukmin), istri-istri
Nabi, dan istri-istri para sahabat Rasulullah saw. Perjuangan istri nabi dan
wanita – wanita pada masanya lebih susah menyiarkan agama pada saat itu karena
mereka harus mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk membela agama islam bahkan
ada yang berikut serta dalam perang.
Berbeda
halnya dengan wanita zaman sekarang yang diberikan kebebasan dan kemudahan
untuk mejalankan kewajibannya, tidak harus berperang dan tidak juga
mempertaruhkan nyawa, sekarang tinggal menyiarkan agama dengan bebas dan
menjalankan kewajiban dengan leluasa tanpa bersembunyi – sembunyi. Namun
kemauan dan semangat wanita muslim untuk menjalankan dan mengamalkan ilmu agama
untuk mengembalikan wanita – wanita sekarang yang telah melenceng dari aturan –
aturan agama.
Ketika wanita muslim dapat
menjalankan kewajibannya dengan baik dan mengamalkan ilmu agama yang
dimilikinya serta mampu menolong saudara – saudaranya yang telah melenceng dari
aturan agama, pada saat itulah kebangkitan
wanita muslim.
Hadist
Rasulullah Saw ;
''Wanita adalah tiang negara, apabila wanitanya baik, maka baiklah negara itu,
tapi bila wanitanya buruk, maka buruk pulalah negara itu.'' (al-hadist).
wanita berperan penting dalam kehidupan bernegara.
Karena ketika wanita itu baik maka akan baiklah Negara itu. Oleh sebab itu
wanita harus dijaga dan dihormati. Namun pada kenyataannya wanita sekarang
hanya ingin dihormati, tidak mau dijaga.
Kenapa saya bilang begitu???
Karena, ia menghormati dirinya sendiri dan ingin
dihormati oleh orang lain namun ia tidak mau dijaga dan tidak mau menjaga
kehormatannya atau lebih jelasnya ia tidak mau mengikuti aturan –aturan Allah
yang telah disanggupinya saat ia memeluk islam sebagai agamanya agar ia
terlihat terhormat.
“
Dan orang – orang yang beriman, laki – laki dan perempuan, sebagian mereka
menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang
makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat,
dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah.
Sungguh Allah Maha perkasa dan maha bijaksana”. (QS.
At-Taubah : 71)
Kewajiban untuk menjadi
penolong bagi sebgaian yang lain bukanlah tugas laki – laki saja, namun
perempuan juga ikut berperan dalam hal menolong orang – orang yang telah sedikit
melenceng dari aturan islam. Kegiatan Da’wah bukan hanya kegiatan yang bisa
dilakukan oleh kaum laki – laki, melainkan perempuan juga dapat melakukannya
dengan cara memberikan pengarahan kepada wanita – wanita muslim lain dalam
forum yang kecil atau jika ada forum yang besar lebih bagus untuk menyadarkan
atau tepat katanya sedikit mengingatkan apa yang seharusnya menjadi
kewajibannya, yang menjadi haknya, dan apa yang menjadi larangan baginya.
Ketika wanita muslim mengetahui
dan menjalankan kewajibannya dengan baik, maka saat itulah wanita muslim
bangkit dari keterpurukannya sebagai seorang hamba yang kurang mematuhi
perintah-Nya menjadi seorang hamba yang ta’at dan tawaqal kepada Allah SWT.
Referensi :
·
Dr. Yusuf Qardhawy “Muslimah Masa Depan”
·
Tita masithah, sp.M. Si, dkk “Muslimah Dimana
Identitasmu?”
Komentar
Posting Komentar